Hukuman untuk Pendosa! Mengenang Peristiwa Shaanxi, Gempa Maha Dasyat yang Menimpa China

Hukuman Untuk Pendosa! Mengenang Peristiwa Shaanxi, Gempa Maha Dasyat Yang Menimpa China Dafunda Gokil

Dafunda Gokil – Belum lama ini Indonesia sedang berduka cita, itu dikarenakan gempa yang menimpa pulau Bali. Bahkan, seperti yang diberitakan gempa tersebut telah memakan ratusan korban yang tak bersalah.

Mengerikan memang, tapi tahukah kalian, gempa maha dasyah juga pernah terjadi di provinsi Shaanxi. Gempa dengan kekuatan  8,0-8,3 skala Richter (SR) itu sukses menghancurkan negeri Tirai Bambu yang kala itu diperintah oleh Dinasti Ming.

Hukuman untuk Pendosa! Mengenang Peristiwa Shaanxi, Gempa Maha Dasyat yang Menimpa China


1. Memakan ratusan ribu korban jiwa

Hukuman Untuk Pendosa! Mengenang Peristiwa Shaanxi, Gempa Maha Dasyat Yang Menimpa China Ratusan Ribu Korban

Gempa tersebut dijuluki Jiajing Great Earthquake hal itu didasari karena terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Jiajing dari dinasti Ming. Dengan kekuatan getaran yang diestimasi mencapai 8.0 to 8.3 Skala Richter (SR).

Gempa Shaanxi menghancurkan 98 kabupaten dan delapan Provinsi di Cina Tengah di sepanjang radius 500 mil. Sekitar 60 persen dari populasi tewas seketika. Menurut catatan sejarah, ada sekitar 830.000 orang kehilangan nyawa mereka.


2. Bencana terburuk yang pernah terjadi di Tiongkok

Hukuman Untuk Pendosa! Mengenang Peristiwa Shaanxi, Gempa Maha Dasyat Yang Menimpa China Bencana Terburuk

Seperti yang dikutip dari buku 30 Years’ Review of China’s Science & Technology (1949-1979), Gempa Shaanxi terjadi sangat cepat. Terjadi pada malam hari dan susul menyusul hingga pagi. Digambarkan pada saat itu, suara bergemuruh dengan keras.

Pertanda guncangan hebat sedang terjadi. Deretan pegunungan dan sungai berganti posisinya. Beberapa tanah, terlihat naik membentuk sebuah bukit baru


3. Gempa Shaanxi hukuman untuk para pendosa?

Hukuman Untuk Pendosa! Mengenang Peristiwa Shaanxi, Gempa Maha Dasyat Yang Menimpa China

Seorang pertapa Portugis bernama Gaspar da Cruz, ikut mendengar kabar memilukan itu setelah mengunjungi Guangzhou pada tahun 1556.

Ia mencatat dalam laporan bab terakhir bukunya dan menggambarkan, bahwa bencana gempa yang menewaskan ratusan ribu korban jiwa itu sebagai hukuman bagi mereka yang berdosa. Apakah gempa Lombok juga demikian? Itu adalah rahasia yang maha kuasa.

ARTIKEL TERKAIT
Bir Tawil, Satu-satunya Tempat di Dunia yang Tidak Dimiliki oleh Negara Manapun, Kenapa?

Ayo mulai berdiksusi